Study Tour Kita(SMP1 Ponorogo) Hampir Ricuh

Biro Perjalanan Diduga Belum Bayar ke PO
PONOROGO–Pemberangkatan study tour siswa SMPN 1 Ponorogo yang awalnya penuh keceriaan berubah kekesalan,kemarin (23/1).Sejumlah wali murid yang sudah menunggu sejak pukul 12.00 mengamuk karena jadwal pemberangkatan mundur hingga lima jam.Akibatnya,257 siswa telantar.
Bahkan,beberapa wali murid nyaris tak mampu menahan emosinya dan nyaris memukul Ghufranuddin,seorang pengelola biro perjalanan.Itu setelah beredar dugaan pembayaran pada pihak perusahaan otobus(PO)yang disewa belum beres.
Ratusan siswa kelas IX yang akan melakukan study tour ke Jakarta dan Bandung itu sudah bersiap-siap di sekolah Jalan Soekarno-Hatta sejak pukul 12.00. Didampingi orang tua masing-masing,mereka harus menunggu lama.Karena sembilan armada bus hingga pukul 15.00 tidak mau berangkat.
Para siswa mulai gelisah.Beberapa wali murid mulai curiga.Ini setelah seorang sopir bus sempat pinjam uang Rp300ribu kepada seorang wali murid.Dengan alasan karena pembayaran dari biro perjalanan belum beres.
Dari situ,akhirnya diketahui biro perjalanan masih punya tanggungan.Orang tua siswa mulai jengkel.Upaya menghubungi Ghufranuddin juga buntu karena saat itu HP-nya tidak aktif.”Katanya sekolah favorit,cari biro perjalanan saja ecek-ecek.Sudah bayarnya mahal,eh tinggal berangkat saja kacau,”ungkap seorang wali murid dengan nada tinggi.
Dia juga sempat mencurigai pihak sekolah bermain dengan biro perjalanan.Karena sengaja menggunakan bus luar Ponorogo.”Apa di Ponorogo tidak ada bus yang bagus,” sergahnya.
Sekadar diketahui,untuk mengikuti study tour ini, masing-masing siswa dibebani biaya Rp685 ribu yang diangsur dua kali.Itu pun,jika tidak lunas,pihak sekolah masih mengancam tidak akan memberikan rapor semester pertama ini.
Begitu melihat wajah Ghufrannudin,beberapa wali murid langsung memaki-maki dan naik pitam.Umpatan langsung mengarah pada lelaki yang masih berstatus mahasiswa itu.Tidak sedikit yang minta ganti rugi.Karena merasa anaknya ditelantarkan.”Kasihan anak-anak.Sudah menunggu lama tapi pelaksana seenaknya saja,”kata Budi Setyo,seorang wali murid dengan geram.
Dia juga sempat mengkhawatirkan anak-anak selama perjalanan.”Bagaimana jika nanti saat makan dikasih nasi yang sudah basi,”tandasnya.
Beberapa wali murid sempat mengancam akan melakukan klaim atas kejadian ini,baik kepada biro perjalanan maupun pihak sekolah.”Ya harus diklaim,”kata Surono, wali murid yang juga seorang polisi,geram.Beberapa ibu tangisnya sempat meledak saat anaknya berangkat.
Ironisnya,melihat kekacauan ini Prawoto,kepala SMPN 1 Ponorogo hanya bersedekap.Dikonfirmasi koran ini,dia hanya mengatakan pihaknya baru sekali ini ada masalah saat pemberangkatan study tour.”Kita kerja sama dengan biro perjalanan itu sudah tiga tahun.Ya baru kali ini ada masalah,”jelasnya.
Namun dia sempat ragu-ragu menjawab apakah akan menuntut ganti rugi kepada biro perjalanan setelah menelantarkan siswanya.”Ya nanti saya klaim.Yang penting biar anak-anak berangkat dulu,”kilahnya bersayap

2 Komentar

  1. Haphiz said,

    Owh . . . Ngunu ta britane,eh,pak surono tu ayahe brenda kan?

  2. Haphiz said,

    Owh . . . Ngunu ta britane,eh,pak surono tu ayahe brenda kan?

    Lho comentq da yg ngembari ta? . . .wah . . Gwat . . .

    Wez gene ae,ao teman2 sEzoq yg tercinta terkasih dan tercayang . . .au uga msk cekola . . . .atit sy . . . .muuph ya . . . .

    Pye? D ckola d ajar upu uga?
    Kta ckarang blog favorit k berapa? 2,pa uda naek 1 ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: